August 11th, 2008
Tak selalu tanaman tumbuh di atas tanah. Beberapa media ternyata bisa menggantikan tanah sebagai proses hidup. Tak percaya? Jika kita sempat mendapatkan pelajaran Biologi saat sekolah dulu, menanam tumbuhan di atas kapas adalah contoh dan bukti paling sederhana. Tak selalu tanaman tumbuh di atas tanah. Beberapa media ternyata bisa menggantikan tanah sebagai proses hidup. Tak percaya? Jika kita sempat mendapatkan pelajaran Biologi saat sekolah dulu, menanam tumbuhan di atas kapas adalah contoh dan bukti paling sederhana.
Nama hidrogel phonix pada dasarnya terdiri dari dua istilah, yaitu hidro dan phonix. Artinya, media tanam alternatif pengganti tanah dan gell yang maksudnya adalah jeli. Berbahan rumput laut, hidrogel phonix generasi baru ini tak ubahnya dengan jajanan jeli.
“Namun jangan salah, jeli yang satu ini bukan untuk dimakan, karena benda ini adalah santapan bagi tanaman. Meski begitu, bahan dasar yang alami, membuat bahan ini aman. Meski termakan sekalipun,â€? kata Budi Irawan, Owner Delon Collection di Surabaya. Read the rest of this entry »
Posted in Tips | No Comments »
August 9th, 2008
Bagi penggemar anggrek di Indonesia, rasanya sudah cukup mengkoleksi anggrek spesies dari Indonesia. Selain jumlahnya terbanyak di dunia, koleksi Indonesia juga sangat indah. Tapi tidak ada salahnya menengok anggrek dari belahan dunia lain, yang tentunya dapat ditemukan di Indonesia.
Ini Anggrek Gurun.
Nama spesiesnya Eulophia petersii. Sebenarnya keluarga eulophia ini punya banyak spesies dan tersebar sampai ke Indonesia juga. Eulophia petersii tersebar di daerah Afrika sampai ke daerah Arab. Nama spesies ini diambil dari nama kolektor tanaman dari Jerman yang bernama Peters’. Karena tempat berkembangnya di daerah Afrika (Kenya and Tanzania) sampai ke Arab, maka anggrek ini dikenal sebagai anggrek gurun.
Read the rest of this entry »
Posted in Tanaman Hias | No Comments »
August 7th, 2008
musim hujan dapat dibagi menjadi tiga fase.
1. Awal musim hujan (akhir musim kemarau)
Ciri, sinar matahari cukup banyak, suhu udara panas, kelembaban udara absolute (Ah) tinggi, kelembaban udara relatip (Rh) tinggi, hujan masih jarang terjadi, dan sumber air tanah maupun air permukaan sedikit.
Dampak bagi tanaman :
Proses transpirasi (proses pendinginan) terganggu karena tingginya nilai Rh. Keadaan ini diperparah dengan sulitnya proses pendinginan secara konduksi lewat daun, karena bahang panas pada fase musim ini juga tinggi. Akibatnya tanaman akan kepanasan, daun dan batang tanaman nampak layu meski masih nampak hijau. Kalau kondisi parah ranting dan daun akan menguning dan rontok.
Read the rest of this entry »
Posted in Tips | No Comments »
August 6th, 2008
Berkembangnya penggunaan pestisida sintesis (menggunakan bahan kimia sintetis) yang dinilai praktis oleh para pencinta tanaman untuk mengobati tanamannya yang terserang hama, ternyata membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitar bahkan bagi penggunanya sendiri. Catatan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia mencatat bahwa di seluruh dunia setiap tahunnya terjadi keracunan pestisida antara 44.000 - 2.000.000 orang dan dari angka tersebut yang terbanyak terjadi di negara berkembang. Dampak negatif dari penggunaan pestisida diantaranya adalah meningkatnya daya tahan hama terhadap pestisida, membengkaknya biaya perawatan akibat tingginya harga pestisida dan penggunaan yang salah dapat mengakibatkan racun bagi lingkungan, manusia serta ternak. Read the rest of this entry »
Posted in Tips, Toga | No Comments »
August 5th, 2008
Beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 1999 ada peneliti yang berhasil menyimpulkan keberhasilan pembuatan Taman TOGA pada waktu itu hanya terbatas pada pemukiman padat.Mengapa di pemukiman kumuh dan kompleks perumahan belum berkembang? Karena di pemukiman kumuh masih memikirkan masalah kebutuhan primer,dan kompleks perumahan sifat komunitas mereka individualistis. Sifat ini muncul karena mereka merasa dapat hidup mandiri dan memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bantuan tetangga 1). Saat ini disekitar kita banyak lahan tidur. Mengapa tidak kita manfaatkan dengan membuat Taman TOGA ? Read the rest of this entry »
Posted in Toga | No Comments »
August 4th, 2008
Sosoknya yang gagah perkasa memikat hati penggemarnya. Karakternya yang tidak rewel dan mudah dirawat semakin menambah hasrat untuk memilikinya Yang jelas, tanaman berdaun indah ini tak merepotkan Anda. Berikut ini perawatan standar untuk anthurium. Media tanam
Anthurium bisa tumbuh di media tanah merah sekalipun. Tapi akan lebih baik bila media tanamnya porus, berupa campuran pakis, sekam bakar, sekam biasa, dan bisa ditambah pasir malang.
Kalau akarnya bisa tumbuh bag us, tan aman juga akan baik. Media tanam dan wadah (pot) wajib bersirkulasi udara baik. Untuk menghindari jamur yang sering menyerang anthurium, media tanam direndam dalam larutan antijamur (!ungisida), sebelum dipakai.
Penggantian media dilakukan kalau pot sudah tak mampu menampung pertumbuhan akar. Caranya, tanaman dipindahkan ke pot lebih besar berikut medianya, kemudian tambahkan media sampai penuh. Read the rest of this entry »
Posted in Tanaman Hias | No Comments »
August 4th, 2008
Kriteria anthurium yang layal beli: daun mulus, warna cerah, tidak sobek atau berlubang, kompak, rimbun, simetris dan pilih yang sudah mempunyai anakan.
1.
Tanaman anthurium banyak jenis dan ragamnya. Demikian juga sosok atau ukurannya.Ada yang kecil ada yang besar. Sesuaikan ukuran jenis anthurium yang ingin dibeli dengan tempat yang dimiliki. Jangan sampai Anda membeli anthurium indukan setinggi satu meter dengan bentangan 1,5 meter, jika rumah Anda sempit.
2.
Anthurium memiliki banyak nama, termasuk memiliki nama-nama yang populer. Jangan hanya membeli nama. Ingat, yang Anda beli adalah tanaman.
Jadi belilah hanya tanaman yang sehat, yang menurut hati nurani Anda bagus, apa pun jenis anthuriumnya.
Read the rest of this entry »
Posted in Tanaman Hias | No Comments »
August 3rd, 2008
Kecewa dengan produksi pisang anda ? Sudah saatnya beralih ke teknologi Heigrow. Akibat serangan hama pisang dari delapan sisir dalam satu tandan paling hanya bisa menghasilkan empat sisirpun dengan kualitas kurang bagus. Namun semanjak digunakan teknologi Heigrow nyaris tidak ada pisang yang cacat atau bisa menghasilkan 8-9 sisir per tandan dengan kualitas mulus, bobot meningkat, kulit buah segar and cerah. Pemakaian teknologi Heigrowpun tidak terlalu sulit. Pembungkusan mulai ketika jantung buah sudah mulai keluar, bagian yang dibungkus mulai dari jantung pisang sampai buah. Kedua ujung diikat dng rafia, 2 minggu kemudian pembungkus dibuka, jantung pisang dipotong dengan beberapa pelepah bagian atas dibuang, lalu buah dibungkus lagi. Untuk mendapatkan ukuran buah yang seragam dng tingkat kematangan yg merata, ruas buah paling bawah sebaiknya dipotong satu sisir. Selamat mencoba dan semoga berhasil….
Posted in Tanaman Hias | No Comments »
August 3rd, 2008
Banyak jenis coleus asal Indonesia dikembangbiakan komersial di Amerika dan Eropa sejak zaman Victoria. Disilangkan antar jenis hingga menghasilkan hibrida, baru kembali ke Indonesia. Demikian diungkapkan Benny Tjia PhD, di nurseri Mj Flora, Bogor. Di kebunnya tengah dibudidayakan sekitar 20 jenis coleus untuk dipasarkan sebagai tanaman lanskap dan pot plant. Coleus dalam taksonomi lebih sering disebut sebagai Solenostemon. Sedangkan nama dagangnya adalah coleus atau miana.
Coleus yang mula-mula diperkenalkan sebagai tanaman hias adalah the flame nettle (S. scutellarioides) yang berasal dari Jawa. Tanaman ini ditemukan oleh Karl Ludwig Blume pada abad-19 masa pendudukan Belanda di Indonesia. Untuk menghormati jasanya, Solenostemon scutellarioides Ini lebih terkenal dengan sebutan Coleus blumei. Darijawo kemudian diperke-nalkan ke Eropa pada pertengahan tahun 1 820 pada era Victoria. Ratu Victoria ini mengubah tren taman yang awalnya tidak tertata menjadi sebuah taman yang indah dengan sistem penataan khusus. Coleus men-jadi tanaman favorit pada masa itu karena siapapun bisa menanamnya. Dalam waktu 3 bulan dan bisa ditanam di dataran rendah hingga tinggi. Tumbuhan ini suka matahari langsung dan bisa hidup di lokasi ternaungi. Read the rest of this entry »
Posted in Tanaman Hias | No Comments »
August 2nd, 2008
Tanaman hias merupakan salah satu komoditas agribisnis yang cukup berarti di Indonesia, karena jenis ini dapat ditanam pada areal yang relatif sempit, mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan diterima masyarakat. Berbeda dengan tanaman pangan, tanaman hias dinikmati konsumen dalam bentuk keindahannya.
Oleh karena itu tuntutan terhadap kualitas sangat tinggi. Sehingga teknologi budidaya perlu mendapatkan penanganan yang baik. Media tanam merupakan salah satu teknologi budidaya yang perlu mendapatkan perhatian. Pemanfaatan media tanpa tanah (MT3) dimasa yang akan datang mempunyai prospek yang bagus. Hal ini tidak saja akibat tuntutan sosial dari kebersihan lingkungan, namun juga dari aspek teknis dan ekonomis.
Penggunaan MT3 mempunyai beberapa keuntungan, antara lain keseragaman mutu lebih tinggi, dan tidak mengandung inokulum penyakit. Apabila akan dikembangkan secara industri maka MT3 mempunyai prospek yang menjanjikan sebab semua produk tanaman hias apabila akan diekspor salah satu persyaratannya adalah harus bebas tanah. Masing – masing komoditas tanaman hias mempunyai kesesuaian media tumbuh yang berbeda baik untuk media pengakaran, tanaman pot maupun pertanaman di lapangan. Arang sekam, zeolit maupun pasir digunakan untuk media pengakaran stek melati, sedangkan sekam padi untuk tanaman hias Dracaena godseffiana. Untuk tanaman hias pot Spathiphyllum menggunakan campuran media tanah : kompos daun bambu : pupuk kandang = 1 : 3 : 1. Apabila tidak ada kompos daun bambu menggunakan sekam padi yang telah dikomposkan, kompos daun kaliandra maupun kompos daun andam. Di samping itu juga digunakan campuran kompos tandan kosong kelapa sawit : pupuk kandang = 1 : 1. Serbuk sabut kelapa maupun serbuk sabut kelapa + zeolit digunakan sebagai media tumbuh krisan pot, sedangkan untuk anthurium pot menggunakan serbuk sabut kelapa maupun serbuk sabut kelapa + arang sekam dengan EC pemberian pupuk NPK 1 dS/m. Melati pot menggunakan serbuk sabut kelapa maupun serbuk sabut kelapa + zeolit sedangkan arang sekam + zeolit digunakan untuk media mawar pot. Bunga potong anthurium di lapangan menggunakan media serbuk sabut kelapa + zeolit maupun serbuk sabut kelapa + zeolit + serat sabut kelapa sebagai mulsa, sedangkan untuk mawar tanam media serbuk sabut kelapa + zeolit. Pemanfaatan bahan – bahan tersebut sebagai media akan meningkatkan nilai tambah dan memberikan dampak ekonomis yang cukup besar. Read the rest of this entry »
Posted in Tanaman Hias | No Comments »